Saturday, February 20, 2010

PSM II....Oooohhh Dr.Rendy Thamrin...

0 comments
...
Dunia UTHM ni kecik je berbanding dengan universiti lain...jd kemana saja saya pergi,pasti akan trnampak n trserempak dengan penyelia kesayanganku,Dr. Rendy Thamrin..Klu saya yang ternampak..pasti la ku atur langkat seribu dlu tp klu trserempak,pasti ku susun ayat dalam kepale n senyum....he3x..Ish2..ape pasal la saya kena wat cm tu kan..

"..Suraya!, Kamu udah siap analisis kamu??..bila kamu sama faheem mau ketemu saya??..."..

hmm...bukan saya xmau ketemu penyelia kesayanganku ini..ttp proses analisis saya masih dalam progress.Maka klu semuanya masih dalam proses..kirenye saya masih belum bersedia untuk ketemu denganya.. ape yg saya wat nie sbenarnye salah...Saya perlu berjumpe dengan penyelia saya ini sekerap mungkin...

"Kamu pelajar2 PSM II perlu sekerap mungkin dan mngatur jadual kamu untuk bertemu penyelia kamu" ..arahan Pn.Syalinda(Penyelaras PSM I n PSM II)

...Suraya!...ngapan eh kamu makin malas berjumpe dengan penyelia kamu..Bertuahnye saya sbb dpt Dr.Rendy sebagai penyelia saya sebab beliau sangat ambil berat tentang saya...Untuk Projek Sarjana Muda saya terdiri daripada sekumpulan pelajar Fakulti Kejuruteraan Awam dan Alam Sekitar UTHM yang melakukan PSM yang berkaitan dibawah pnyeliaan Dr.Rendy..

....Sim,Sherman,Edy,Suhaimy,Faheem n Suraya(me)...

Kami sama2 bertungkus-lumus melakukan kerja2 makmal..best sgt bekerja dengan mereka2 ini...sangat merindui kenangan bersama....bg saya,saya xkan dpt merasa pengalaman semacam ini..

Dark memory in my LOVE story..

3 comments
Pergilah dikau dari hidupku..jgn engkau sesekali menjenguk kembali ke dalam hati ini..

Memori kehidupan kita tidak semestinya positif sahaja,ada juga negatif nya....Memori yang pahit pasti mngajar kita tentang sesuatu dalam kehidupan.Memori yang manis pula adalah hasil daripada ketabahan hidup kita menjalani segala kesusahan dan kepayahan..Memori manis dan pahit saya banyak bermula diwaktu zaman universiti.Bermula dari tahun 1 ke tahun 2 ke tahun 3 dan seterusnya..

Mengenali si dia...bermulanya pada pertengahan semester tahun 2.Kami ditakdirkan sekumpulan dalam menjalani projek subjek..Bermula dari saat itu la maka bermula juga saat perkenalan kami..Sebelum ini,saya seakan tidak merasai kewujudannya dalam sesi kuliah..hmm...takdir menjalani memori pahit bermula..Hubungan ini tidak direstui pada permulaannya..Memandangkan saya masih mempunyai pacaran lain..Masa itu pula,ada krisis antara saya bersama pacaran saya itu..memandangakn kami berjauhan..

Kesempatan ini la diambil oleh si dia untuk mengetuk pintu hati ini..Asalnya saya dan dia adalah sahabat biasa sahaja..memandangkan kami bertugas dalam satu kumpulan yang sama..Dia ketua kumpulan manakala saya merangkap setiausahanya..Hubungan kami semakin rapat dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, lama-lama makan tahun..Setelah 1 1/2 tahun kami berkenalan..si dia mengambil keputusan untuk melamar saya sebagai kekasih hatinya..Hati wanita mana yang tidak berbunga riang pabila ada sang arjuna memilih dan melamarnya menjadi buah hati pujaannya..

Tanpa memikir panjang dan setelah diriku baru sebulan memegang status "single"...Saya menerima nya..dengan harapan dia yang menjadi dan dipilih sebagai penganti akan dapat mengubati hati yang terluka dahulu...

Sebulan selepas itu....

Dalam masa berhubungan ..dia seakan-akan berubah tidak sama sekali seperti pacaran lain..Saya sentiasa bermunajat dan berdoa adakah yang ini sebenarnya terbaik wat diri saya...Doa dan munajat saya direstu dan diangkat oleh ALLAH SWT..Maka Allah swt menunjukkan sedikit demi sedikit akan perilakunya..indah khabar dari rupa..

Saya sangka panas terik hingga ke petang,rupanya hujan turun ditengahari...hancur luluh hati ini..hanya yang Maha Mengetahui sahaja yang memahami..Saya sangkakan si dia la pengubat hati lara saya..rupanya CASANOVA terkenal yang dikaburi oleh rupa dan perilakunya yang baik dan seakan-akan dapat dijadikan pelindung untuk kaum hawa..

Makin lama,makin hari...lg mendalam saya mengenalinya..lagi ramai insan dan kaum seperjuangan saya yang menjadi mangsanya..Si dia pula seakan-akan tidak berasa bersalah dan berdosa akan setiap perilaku nya..Tabiat buruknya sudah seakan diketahui oleh umum...Tidak jelik kah dia merasa dirinya yang mempermaikan hati kaum hawa yang sememangnya lemah dan sensitif serta lembut..

Apa tidak pernahkah dia memikirkan seandainya nasib kami ini..akan terjadi pada nasib keluarganya..kakaknya??..anak gadisnya??...Apakah pada masa itu baru ada kesedaran pada dirinya..??..Semuanya ada dalam dirinya jawapan pada setiap perbuatannya..
Walaupun hati saya terlalu sakit setelah dipermainkan olehnya..Saya tidak pernah terdetik dihati dan ruang-ruang diri ini untuk membalas dendam pada nya..Saya cuma berdoa semoga si dia berubah dan bertaubat ...Malah lebih menghargai insan yang menyayanginya..Amin..

....Kini si dia telah mempunyai buah hati,saya doakan dia bahagia..

Hati Ini Telah Dilukai

3 comments
Artist: Kris Dayanti

Semalaman
Terkenangkan diri mu
Lalu airmata ku
Membasahi pipi
Mengapakah kau sanggup
Meninggalkan diri ku Sedangkan kau tahu
Perasaan ini

Kau berjanji
Akulah kekasih mu
Sanggup ku singkirkan
Semua cinta yang lalu

Tidak ku duga
Ini akan terjadi
Kata perpisahan
Yang kau pinta

Biarkanlah...
Biarkan aku hidup sendirian
Tak ingin ku mengenangkan kisah lama
Biarkanlah...
Biarkan aku hidup sendirian
Kerana hati ini telah dilukai

......

Letter to KAMELIA...

0 comments
Dear Kamelia,

LAST week, we welcomed you into our family when you married my nephew Azril. And in a few weeks time, you newly-weds will fly off to Geneva.For Azril, Geneva is already home after living and working there these last few years.

But for you, it will be a totally new experience; starting a new chapter in your life as a married woman, thousands of kilometres away in a totally different environment and culture, away from the extended family. (Actually, on reflection, not unlike my own experience exactly 30 years ago).

So, Kamelia, if there are butterflies in the tummy at the very thought of flying the coop and sharing life with someone who is now your husband, let me tell you that it is all quite natural.Being married is a huge hurdle but being married and then within a space of two weeks leave everything and everyone that is familiar to you is a different ball game altogether.

It was around this time in December 30 years ago that I started life as a newly-wed away from home, seriously lacking in skills especially those in the kitchen department.London was practically home to my husband while I had to start from scratch, learning the ropes while suppressing the urge to call home and cry at the slightest hitch.

Looking back, and with some wisdom of hindsight, I think starting married life away from home is the best thing to do.London was gloomy and dark when the plane landed at Heathrow that winter morning and that cold morning sort of defined my expectations of what my life in London would be like in the coming years.But Geneva has that added attractions of beautiful snowcapped mountains, enough to keep you mesmerised for some time.

But the beautiful snowcapped mountains will soon lose its attractions once the husband goes to work and leaves you with what will feel like more than 24 hours in a day.When mine went to work, I looked out of my window into a very busy concrete jungle that was and is London. It was busy and crowded and yet I felt alone and lonely.In those days, phone calls cost a fortune, phone cards were unheard of, and Skype and video calls were still blueprints in some geniuses’ minds. And, of course, no Facebook.

In this respect, you are luckier and can easily email home to ask for that sambal tumis recipe.I remember now the preparation for my first dinner guests. After quite a lengthy phone call to my mother, every ingredient for chicken curry was minced, pounded, chopped and blended ready in small bowls on the kitchen table by eight in the morning for dinner at eight at night.Rice was usually cooked by the husband. Kitchen disasters included very soggy fried noodles, exploding keropoks in the pan because I had washed them prior to frying and a first near marital disaster when I threw away tempeh which I thought had gone bad.

Thinking I needed time on my hands, he ordered “Learn to Sew and Knit” which I duly gave up after knitting two sleeves on one side.But Kamelia, we live and learn. And the exciting bit is living and learning together. Because there’s just the two of you, learn to accept each other’s idiosyncracies, warts and all. Sharing credit cards is a bonus.

It is just too easy to keep within our own comfort zone and forgetting that there are so many exciting new things to learn outside our own Malaysian community.I have met many wonderful ladies in the expat world, who learnt the art of Chinese painting while in China, porcelain making while in Europe; and quilting while in Washington.

Youth is on your side and while you enjoy life together, enjoy too acquiring these knowledge and skills that the outside world can offer.So, while I look forward to my next 30 years and beyond together, I wish the both of you every happiness and success starting your new life together abroad.

With lots of love, Mak Teh

*This story is already published in Life&Time section in New Strait Time..*